Nataru 2026 Jadi Magnet Wisata, Kunjungan ke Sumenep Tembus 179 Ribu Orang

GOSUMENEP.COM – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 membawa angin segar bagi sektor pariwisata Kabupaten Sumenep. Selama periode libur panjang tersebut, jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di ujung timur Pulau Madura ini tercatat menembus angka 179.343 orang.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, dari total kunjungan tersebut, wisatawan domestik masih mendominasi dengan jumlah mencapai 174.343 orang. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 5 orang.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Andri Dzulkarnain, mengatakan bahwa tingginya angka kunjungan wisatawan pada libur Nataru tahun ini menunjukkan semakin kuatnya daya tarik pariwisata Sumenep di mata masyarakat.

“Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Nataru ini menjadi indikator positif bagi perkembangan sektor pariwisata Sumenep. Ini menunjukkan bahwa Sumenep masih menjadi salah satu destinasi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan,” ujarnya, Selasa (6/1/26).

Menurut Andri, selama libur Nataru sejumlah destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumenep mengalami peningkatan kunjungan yang cukup signifikan.

Mulai dari wisata pantai, wisata alam, wisata budaya hingga destinasi sejarah banyak dipadati pengunjung, terutama pada puncak libur.

Ia menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam melakukan promosi pariwisata, pembenahan destinasi, serta peningkatan fasilitas pendukung di sejumlah objek wisata.

“Selain faktor libur panjang, promosi wisata yang terus kami lakukan serta dukungan masyarakat dan pelaku wisata juga sangat berpengaruh terhadap capaian ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andri berharap tingginya kunjungan wisatawan selama libur Nataru 2026 dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha pariwisata, UMKM, pedagang kaki lima, serta sektor transportasi dan perhotelan.

“Perputaran ekonomi di kawasan wisata tentu meningkat. Ini yang terus kami dorong, agar pariwisata benar-benar memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya (*)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like