GOSUMENEP.COM – Lomba Dayung Sampan se-Kecamatan Kangayan tidak sekadar menjadi ajang adu kecepatan di atas air. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tradisi masyarakat sekaligus menjaga budaya kebersamaan yang telah tumbuh dan diwariskan antargenerasi.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi pelaksanaan lomba dayung sampan yang dinilai memiliki nilai budaya dan sosial bagi masyarakat. Menurutnya, tradisi lokal seperti ini perlu terus dirawat agar tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat.
“Lomba dayung sampan bukan hanya tentang perlombaan, tetapi bagaimana kita menjaga tradisi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Di dalamnya ada kebersamaan, gotong royong, sportivitas, dan silaturahmi,” ujar Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Rabu (19/8/26).
Ia menilai, keberadaan tradisi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun kebersamaan. Karena itu, berbagai kegiatan budaya dan tradisional diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dilaksanakan dan diwariskan kepada generasi muda.
Melalui lomba dayung, masyarakat juga memiliki ruang untuk berkumpul dan mempererat hubungan antarsesama warga. Suasana penuh kegembiraan dan persaingan sehat menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Bupati Fauzi berharap masyarakat terus menjaga dan mengembangkan tradisi lokal yang memiliki nilai positif. Generasi muda juga didorong untuk ikut terlibat sehingga berbagai tradisi masyarakat tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
“Tradisi harus kita rawat bersama. Jangan sampai budaya dan kebiasaan baik yang diwariskan para pendahulu hilang begitu saja. Justru harus kita kuatkan dan kenalkan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
Lomba Dayung Sampan se-Kangayan pun menjadi gambaran bahwa tradisi, olahraga, dan kebersamaan dapat berjalan beriringan. Kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana untuk memperkuat identitas dan budaya masyarakat Kangayan (*)












