GOSUMENEP.COM — Gema musik tradisional Sumenep, Madura, bakal hadir di salah satu panggung olahraga otomotif terbesar dunia.
Tongtong Angin Ribut dijadwalkan tampil dalam rangkaian Rider Parade MotoGP Mandalika 2026, Kamis, 7 Oktober 2026.
Kehadiran Tongtong Angin Ribut bukan sekadar pertunjukan musik. Dentuman tongtong menjadi bagian dari upaya membawa kekayaan seni dan budaya Sumenep ke ruang yang lebih luas, sekaligus memperkenalkan karakter budaya Madura kepada masyarakat dari berbagai daerah dan mancanegara.
Dengan suara khas yang enerjik dan menggugah, Tongtong Angin Ribut akan menghadirkan atmosfer budaya Madura di tengah kemeriahan gelaran MotoGP Mandalika.
Bagi Sumenep, kesempatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu hadir berdampingan dengan event berskala internasional.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, turut mendorong agar seni dan budaya daerah terus mendapat ruang untuk tampil di berbagai panggung, baik nasional maupun internasional.
Menurutnya, kebudayaan merupakan identitas yang harus terus dirawat sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Penampilan Tongtong Angin Ribut di Mandalika diharapkan menjadi pengalaman budaya yang menarik bagi para penonton MotoGP, sekaligus membuka ruang promosi yang lebih luas bagi Sumenep dan Madura.
Dari Sumenep untuk Mandalika.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi menambahkan, ketika mesin MotoGP meraung, suara tongtong Madura pun bersiap menggema.
Menurutnya, Tongtong Angin Ribut membawa denyut budaya Sumenep ke panggung dunia.
“Bukan Cuma MotoGP, Tongtong Angin Ribut Sumenep Siap Bikin Mandalika Bergemuruh”, pungkasnya (*)












