GOSUMENEP.COM – Sektor pariwisata Kabupaten Sumenep menunjukkan geliat positif sepanjang 2026.
Berdasarkan rekapitulasi kunjungan wisatawan hingga Agustus 2026, jumlah wisatawan yang tercatat mengunjungi berbagai destinasi wisata di Sumenep mencapai 1.341.807 kunjungan.
Capaian tersebut menjadi gambaran semakin tingginya minat masyarakat untuk menikmati beragam potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Sumenep, mulai dari wisata sejarah, religi, alam, pantai hingga desa wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan capaian tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor pariwisata melalui berbagai program dan agenda wisata.
“Capaian ini menunjukkan bahwa pariwisata Sumenep terus bergerak dan semakin diminati. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas destinasi, pelayanan, serta menghadirkan event yang mampu menarik wisatawan,” ujar Faruk Hanafi, Rabu (16/9/26).
Berdasarkan data tersebut, Juni 2026 menjadi bulan dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni mencapai 259.118 wisatawan. Sementara pada Januari tercatat 159.732 kunjungan, Februari 108.138, Maret 195.327, April 164.229, Mei 197.208, Juli 180.890, dan Agustus 77.165 kunjungan.
Sejumlah destinasi menjadi magnet kunjungan wisatawan, di antaranya Museum dan Keraton Sumenep, Masjid Jamik, Pantai Sembilan, Pantai Lombang, Pantai Slopeng, Asta Tinggi, serta berbagai destinasi alam dan desa wisata yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Menurut Faruk, kekuatan pariwisata Sumenep tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi identitas daerah.
Karena itu, pengembangan pariwisata diarahkan agar semakin terintegrasi dengan event budaya, ekonomi kreatif, UMKM, seni tradisi, serta promosi destinasi.
“Kami ingin wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang berkesan selama berada di Sumenep. Dengan begitu, dampaknya bisa semakin luas terhadap pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pelaku seni, hingga masyarakat di sekitar destinasi,” jelasnya.
Capaian lebih dari 1,34 juta kunjungan dalam delapan bulan tersebut sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang memiliki kekayaan destinasi dan kalender event yang semakin beragam.
“Sumenep bukan sekadar tempat untuk dikunjungi, tetapi ruang untuk menikmati sejarah, budaya, alam, dan keramahan masyarakat Madura dalam satu perjalanan,” pungkasnya (*)












