KFI Sumenep Tampilkan Keindahan Nyadhar dan Sejarah Garam Madura Lewat Lensa Festival Garam

GOSUMENEP.COM – Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) Wilayah Sumenep turut berkontribusi dalam memeriahkan Festival Garam 2025, salah satu event unggulan dalam Kalender Wisata Kabupaten Sumenep tahun ini.

Lewat pameran fotografi bertema “Nyadhar dan Sejarah Garam Madura”, KFI Sumenep menampilkan puluhan karya visual hasil bidikan para fotografer berbakat yang memadukan keindahan budaya lokal dengan sentuhan artistik modern.

Foto-foto tersebut diambil di kawasan pegaraman Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, wilayah yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi garam terbesar di Pulau Madura.

Menariknya, sejumlah foto hasil hunting ini turut melibatkan model-model cantik dari Surabaya, yang menambah daya tarik visual sekaligus memberi warna baru dalam eksplorasi budaya Madura.

Pameran ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan Anniversary ke-12 KFI Sumenep, yang dikemas dalam bentuk Lomba Foto On The Spot mulai tanggal 9 hingga 21 September 2025.

“Para peserta ditantang untuk menangkap momen-momen khas Festival Garam secara spontan, jujur, dan penuh estetika,” ungkap Isman Budi Raharjo, Ketua KFI Sumenep, Senin (22/9/25).

Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini menjadi ruang silaturahmi kreatif antar komunitas fotografi. Terlihat antusiasme tinggi dari peserta yang datang dari berbagai daerah, mulai dari KFI Pamekasan, Sampang, hingga komunitas-komunitas lokal seperti Luzan Art, Iris Studio, dan Fotografi Sumenep.

“Semangat kolaboratif yang ditunjukkan para fotografer menjadi bukti nyata bahwa fotografi bisa menjadi medium kuat dalam mendukung promosi budaya lokal,” tambah Isman.

Tak hanya menyuguhkan keindahan visual, pameran ini juga membawa misi edukatif. Lewat karya-karya fotografi, pengunjung diajak mengenal lebih dekat tradisi Nyadhar ritual ziarah khas Madura serta memahami nilai historis dari industri garam yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat pesisir Sumenep.

“Kami ingin setiap foto yang ditampilkan tak hanya enak dipandang, tapi juga punya ruh bisa bercerita, menyampaikan pesan, dan memberi makna,” pungkas Isman(*)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like