GOSUMENEP.COM – Penampilan tujuh grup tongtong Madura menjadi salah satu suguhan paling memukau dalam Festival Paseser Pasongsongan yang digelar di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasongsongan, Minggu (22/6/2026) malam.
Ribuan pasang mata dibuat terpukau saat para pemain musik tradisional tersebut memadukan alunan musik mereka menjadi satu harmoni yang megah dan penuh semangat.
Keunikan pertunjukan ini terletak pada kolaborasi tujuh tongtong yang dimainkan secara bersamaan. Meski berasal dari kelompok berbeda, para pemain mampu menyatukan ritme dan melodi dengan kompak, menciptakan sajian musik yang menghibur sekaligus menggambarkan kuatnya nilai kebersamaan dalam budaya Madura.
Dalam penampilannya, mereka membawakan lagu tradisional Madura berjudul “Neng Sennengan”. Lagu yang sarat nuansa kearifan lokal itu terdengar semakin hidup melalui perpaduan tabuhan tongtong dan sentuhan musik tradisional yang mengiringinya.
Sorak sorai penonton pun tak henti-hentinya terdengar sepanjang pertunjukan. Banyak pengunjung yang mengabadikan momen tersebut karena dinilai menjadi salah satu penampilan terbaik dalam rangkaian Festival Paseser Pasongsongan tahun ini.
“Kolaborasi tujuh tongtong tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa seni musik tradisional Madura masih memiliki daya tarik kuat di tengah perkembangan budaya modern,” kata Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi, Minggu (21/6/26).
Melalui penampilan ini, generasi muda diajak untuk lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas daerah.
Festival Paseser Pasongsongan pun kembali membuktikan diri sebagai panggung budaya yang mampu menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan akar tradisi, sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka kepada masyarakat(*)












