GOSUMENEP.COM – Tradisi Jamasan Keris di Kabupaten Sumenep kembali digelar dengan khidmat pada Rabu (24/6/2026).
Tahun ini menjadi momentum istimewa karena kegiatan pelestarian budaya tersebut telah memasuki satu dekade pelaksanaan secara konsisten, menandai komitmen kuat masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya leluhur.
Selama 10 tahun terakhir, Jamasan Keris tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi telah berkembang menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap peninggalan sejarah yang sarat nilai filosofi, seni, dan spiritualitas.
Tradisi ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi untuk merawat identitas budaya yang telah mengakar kuat di Kabupaten Sumenep.
Prosesi diawali dengan arak-arakan keris pusaka menuju lokasi acara. Puluhan keris yang dibawa menggunakan nampan kemudian diserahkan kepada para sesepuh dan dewan empu untuk menjalani ritual jamasan. Suasana sakral terasa ketika doa-doa dan bacaan khusus dipanjatkan sebelum proses pembersihan dilakukan.
Setiap bilah keris yang dijamas menyimpan cerita panjang tentang perjalanan sejarah dan kebudayaan masyarakat Madura. Karena itu, jamasan bukan sekadar membersihkan pusaka, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan pelaksanaan Jamasan Keris selama satu dekade menunjukkan bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat penting di tengah perkembangan zaman.
“Sepuluh tahun pelaksanaan jamasan keris menjadi bukti bahwa masyarakat Sumenep memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya. Tradisi ini bukan hanya menjaga pusaka, tetapi juga menjaga jati diri daerah yang diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan Jamasan Keris menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Sumenep sebagai Kota Keris yang dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional. Berbagai program pelestarian budaya terus dilakukan agar nilai-nilai yang terkandung dalam keris tetap relevan dan dapat dipahami oleh generasi masa kini.
Selama satu dekade terakhir, Jamasan Keris juga telah berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Kehadiran para pecinta keris, budayawan, hingga wisatawan menjadi bukti bahwa tradisi ini memiliki daya tarik yang kuat sebagai warisan budaya hidup.
Memasuki usia ke-10 pelaksanaannya, Jamasan Keris diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi terus menjadi sarana edukasi, pelestarian, dan promosi budaya yang memperkuat identitas Kabupaten Sumenep sebagai salah satu pusat budaya keris di Indonesia.
Satu dekade telah berlalu, namun semangat yang menyertai setiap tetes air jamasan tetap sama: merawat warisan leluhur, menjaga nilai budaya, dan memastikan cahaya peradaban yang terkandung dalam setiap bilah keris terus menyala dari generasi ke generasi.












