GOSUMENEP.COM– Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758 mengandung makna mendalam yang merepresentasikan identitas, nilai budaya, serta potensi daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat.
Logo tersebut terdiri dari empat komponen utama, yakni Tari Sintong, Keris, Batik, dan Migas, yang masing-masing memiliki filosofi tersendiri.
Komponen pertama, Tari Sintong, melambangkan keteguhan nilai, budi luhur, serta keharmonisan budaya dan spiritualitas. Simbol ini mencerminkan karakter masyarakat Sumenep yang santun, beretika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan.
Selanjutnya, Keris menjadi simbol kehormatan, keberanian, dan kebijaksanaan yang melekat sebagai jati diri Kabupaten Sumenep. Filosofi ini sejalan dengan predikat Sumenep sebagai Kota Keris yang dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.
Komponen Batik menggambarkan kekayaan budaya, kreativitas, dan kearifan lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Batik menjadi representasi semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Sementara itu, Migas melambangkan kekayaan sumber daya alam dan energi yang dimiliki Kabupaten Sumenep. Potensi tersebut merupakan anugerah yang sekaligus menjadi salah satu penggerak utama pembangunan dan kemajuan daerah.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa logo Hari Jadi ke-758 bukan sekadar identitas visual, melainkan simbol perjalanan panjang Kabupaten Sumenep yang berakar pada nilai budaya, kearifan lokal, serta semangat untuk terus maju dan berkembang.
“Keempat elemen dalam logo ini menggambarkan kekuatan karakter masyarakat Sumenep yang berbudaya, berdaya saing, dan optimistis dalam menghadapi masa depan,” ujarnya, di Pendopo Keraton, Sabtu (18/6/26) malam.
Melalui peringatan Hari Jadi ke-758, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga warisan budaya, memanfaatkan potensi daerah secara berkelanjutan, serta bersama-sama mewujudkan kemajuan Sumenep yang lebih baik (*)












