GOSUMENEP.COM – Sumenep bersiap ambil bagian dalam perhelatan budaya bertajuk pameran pusaka keris yang akan digelar di Bakorwil III Malang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memeriahkan peringatan Hari Keris Nasional yang jatuh setiap 19 April.
Mengusung tema “Keris untuk Abdi Negara”, pameran ini diharapkan mampu memperkuat makna filosofis keris sebagai simbol kehormatan, tanggung jawab, dan pengabdian, khususnya bagi para aparatur negara.
Sejumlah pusaka istimewa akan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Keris Pamor Junjung Derajat milik Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
Selain itu, koleksi keris dari Helmi Art Museum juga akan turut meramaikan pameran, menghadirkan kekayaan nilai seni dan sejarah yang tinggi.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa keikutsertaan Sumenep dalam pameran ini merupakan bentuk komitmen daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Menurutnya, keris bukan sekadar benda pusaka, tetapi juga sarat makna filosofis yang mencerminkan jati diri bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa keris adalah simbol kehormatan dan nilai-nilai luhur yang harus terus diwariskan, khususnya kepada generasi muda dan para abdi negara,” ujarnya, Sabtu (4/4/26).
Hal senada juga disampaikan oleh pihak Helmi Art Museum yang menilai pameran ini sebagai momentum penting untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap keris, baik dari sisi estetika, sejarah, maupun nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Sementara itu, Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, menyampaikan bahwa dukungan terhadap perayaan Hari Keris Nasional 2026 merupakan sebuah kehormatan.
Ia menegaskan bahwa pencanangan Hari Keris Nasional oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjadi tonggak penting dalam penguatan identitas budaya bangsa.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keris telah diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO sejak 25 November 2005.
Oleh karena itu, semarak Hari Keris Nasional harus terus digelorakan di berbagai daerah, terutama di kalangan abdi negara sebagai garda terdepan pelestarian budaya.
Melalui pameran ini, diharapkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam keris dapat semakin dipahami dan dihayati, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Indonesia (*)












