GOSUMENEP.COM — Kabupaten Sumenep bersiap mencatat sejarah baru sebagai tuan rumah Lomba Karapan Sapi Piala Presiden 2025. Acara bergengsi yang akan digelar pada Oktober mendatang ini diprediksi akan menyedot perhatian ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara, sekaligus mengukuhkan Sumenep sebagai pusat budaya khas Madura.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan bahwa persiapan terus dilakukan guna mencapai puncak maksimal sebagaimana harapan.
“Kami sangat antusias dan merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah. Ini bukan hanya ajang olahraga tradisional, tetapi juga momentum untuk mengangkat pariwisata dan ekonomi daerah,” ujarnya usai membuka lomba karapan sapi di Lapangan Giling, Kecamatan Kota, Minggu (22/6/2025).
Karapan Sapi bukan hanya sekadar lomba adu cepat sapi, melainkan warisan budaya leluhur Madura yang penuh semangat, estetika, dan tradisi. Penyelenggaraan ini diyakini akan meriah dengan sentuhan modern, tanpa meninggalkan akar budaya.
Berbagai inovasi akan diperkenalkan, mulai dari parade budaya, festival kuliner khas Madura, hingga pertunjukan seni tradisional untuk memastikan acara berjalan spektakuler.
“Karapan Sapi Piala Presiden adalah simbol kehormatan. Kami ingin membuktikan bahwa Sumenep bukan hanya siap, tapi layak menjadi ikon budaya nasional,” tambah Bupati.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyambut tamu dan menjaga nama baik Sumenep. Wisata lokal dan UMKM pun terus digalakkan demi meningkatkan kualitas layanan selama event berlangsung dan seterusnya.
Lomba Karapan Sapi Piala Presiden 2025 ini diyakini akan menjadi magnet baru dalam kalender pariwisata nasional, sekaligus membuka peluang investasi di sektor pariwisata dan budaya Madura.
Tambahan informasi, ada beberapa rangkaian kegiatan sebelum menuju lomba Karapan Sapi Piala Presiden yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Pertama dimulai dengan festival Sapi Sonok, Semalam di Madura dan esok harinya pagelaran Karapan Sapi Piala Presiden (*)












