Keunikan Tradisi Festival Ketupat Sumenep yang Wajib Kamu Tahu

GOSUMENEP.COM – Festival Ketupat merupakan salah satu tradisi budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat di Sumenep, sebuah daerah di ujung timur Pulau Madura yang kaya akan warisan budaya.

Festival ini tidak sekadar perayaan kuliner, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Keunikan utama dari festival ini terletak pada proses pembuatan ketupat oleh para peserta.

Setiap peserta membuat ketupat menggunakan anyaman janur, yaitu daun kelapa muda yang dirangkai dengan keterampilan tangan khas masyarakat Madura. Dari anyaman sederhana tersebut lahirlah berbagai bentuk ketupat yang unik dan kreatif.

Ada yang dibentuk menyerupai kuda-kudaan, ada pula yang mempertahankan bentuk ketupat tradisional seperti yang biasa ditemukan di pedesaan bahkan ada yang menyerupai Labang Mesem. Seluruh kreasi tersebut kemudian dipamerkan di hadapan para pengunjung dan dinilai langsung oleh dewan juri.

Tidak hanya menampilkan kreativitas kuliner, festival ini juga menghadirkan pertunjukan seni budaya yang memukau. Di tengah rangkaian acara, pengunjung disuguhi tarian khas Sumenep yang sarat makna sejarah dan cerita masa kejayaan kerajaan. Dalam pertunjukan tersebut digambarkan seorang raja yang menaiki kereta kencana, diiringi oleh pasukan berkuda yang dipimpin oleh para adipati.

Suasana pun terasa megah, seolah membawa penonton kembali ke masa kerajaan yang pernah berjaya di tanah Sumenep. Menjelang akhir acara, prosesi simbolis menjadi penutup yang penuh makna.

Bupati Sumenep atau perwakilannya bersama para tokoh masyarakat berkumpul di lokasi acara untuk menarik sebuah ketupat kecil. Di dalam ketupat tersebut terdapat beras kuning yang melambangkan doa dan harapan agar masyarakat dijauhkan dari mara bahaya serta senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa Festival Ketupat bukan hanya sekadar perayaan tradisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Sumenep. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan budaya seperti ini agar tetap lestari dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.

“Festival Ketupat ini merupakan warisan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Selain sebagai bentuk pelestarian tradisi, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat memperkenalkan kekayaan Sumenep kepada masyarakat luas,” ujar Bupati Fauzi, Minggu (15/3/26).

Festival Ketupat ini menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai upaya merawat tradisi, memperkuat identitas budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep kepada masyarakat luas.

Melalui festival ini, Sumenep tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan kehangatan dan kearifan lokal di ujung timur Pulau Madura (*)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like