GOSUMENEP.COM — Suara pelestarian seni tradisional kembali bergemuruh dari ujung timur Pulau Madura. Sejumlah elemen masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memasukkan Tari Muang Sangkal ke dalam kalender perhelatan akbar (Calendar of Event) Sumenep tahun 2027 mendatang.
Langkah ini dinilai mendesak demi menyelamatkan tari sakral khas Sumenep tersebut dari ancaman kepunahan.
Dukungan kuat tersebut disuarakan oleh sejumlah warga, di antaranya Irwan, Putri, hingga kalangan pegiat seni muda seperti Rifdil.
Nama terakhir merupakan murid langsung dari mendiang Taufikurrachman, tokoh maestro seni sekaligus pencipta Tari Muang Sangkal.
Kekhawatiran mendalam dirasakan oleh Rifdil melihat semakin terpinggirkannya tari klasik ini di berbagai panggung resmi. Menurutnya, regenerasi Tari Muang Sangkal kini berada di titik genting setelah kepergian sang maestro serta penerusnya.
“Saya sebagai murid dari almarhum Pak Taufik sangat setuju banget, seribu persen setuju! Kalau tidak didorong masuk event besar, Tari Muang Sangkal bisa punah,” ujar Rifdil melalui keterangannya di media sosial @gosumenep, Selasa (27/10/26).
“Guru kami pencipta tarian ini sudah berpulang, begitu juga penerusnya, almarhumah Mbak Ina. Sekarang justru bermunculan tari-tari modern dan tarian kreasi baru di setiap acara, sementara Muang Sangkal mulai jarang ditampilkan. Pokoknya tari khas budaya Sumenep ini harus tetap hidup dan dilestarikan,” sambungnya.
Senada dengan Rifdil, warga Sumenep lainnya, Irwan dan Putri, menegaskan bahwa Tari Muang Sangkal bukan sekadar gerak tari biasa, melainkan representasi jiwa, adab, dan kearifan lokal keraton Sumenep yang sarat makna tolak bala.
Ketiadaan panggung representatif dikhawatirkan membuat generasi masa depan kehilangan akar budayanya sendiri.
Penyelenggaraan event daerah pada tahun 2027 dipandang sebagai momentum strategis untuk kembali menempatkan Tari Muang Sangkal di tempat terhormat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah mendengar aspirasi ini, sehingga kesenian adiluhung warisan almarhum Taufikurrachman tersebut tetap lestari dan terus memikat mata dunia (*)












