Tatorbhangan, Kirab Budaya Wujud Syukur Masyarakat di Sumenep

GOSUMENEP.COM – Tradisi Tatorbhangan menjadi momentum masyarakat Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, untuk mengekspresikan rasa syukur sekaligus menjaga warisan budaya yang telah hidup di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan kirab budaya. Masyarakat mengenakan pakaian adat Nusantara sambil membawa hasil panen untuk kemudian diarak menuju Balai Desa Torbang.

Kemeriahan semakin terasa dengan tampilnya beragam kesenian khas Madura, salah satunya musik tradisional tongtong. Penampilan tersebut sukses menarik perhatian ribuan penonton yang datang dari berbagai penjuru untuk menyaksikan langsung pagelaran budaya tersebut.

Para peserta tampil secara estafet dalam rangkaian prosesi. Mereka juga membawa air suci yang diambil dari sumber mata air di wilayah masing-masing untuk kemudian diserahkan dalam prosesi Tatorbhangan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menilai tradisi dan kebudayaan masyarakat merupakan kekayaan daerah yang harus terus dirawat.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti Tatorbhangan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan rasa syukur masyarakat.

Bupati Fauzi hadir mengenakan pakaian adat. Ia didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Faruk Hanafi serta Kepala Desa Torbang Muzanni.

Sementara itu, Faruk Hanafi menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi masyarakat untuk terus menampilkan dan mengembangkan seni budaya lokal.

“eterlibatan masyarakat secara langsung menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan kesenian Madura,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Desa Torbang Muzanni menyampaikan bahwa Tatorbhangan merupakan bentuk kebersamaan masyarakat sekaligus ungkapan rasa syukur atas berbagai nikmat dan hasil yang diperoleh.

Tradisi tersebut diharapkan terus dipertahankan dan dapat menjadi bagian dari identitas budaya Desa Torbang.

Pagelaran Tatorbhangan berlangsung di Balai Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Sabtu (12/9/2026) malam.

Ribuan masyarakat tampak antusias mengikuti sekaligus menyaksikan setiap rangkaian acara hingga selesai.

“Melalui Tatorbhangan, masyarakat Torbang tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga mempertemukan nilai syukur, gotong royong, seni, dan kebudayaan dalam satu perhelatan yang sarat makna,” pungkasnya (*)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like